SeputarRemaja.com - Masa
remaja menjadi tahapan usia yang masih sangat sensitif, sehingga pengaruh media
sangat menentukan. Melihat pesatnya perkembangan industry media, seorang remaja
harus bisa ambil sikap.
Agar tidak terpengaruh dengan perkembangan media yang ada,
seorang remaja harus mempunyai kompetensi literasi media atau melek media.
Literasi ini akan menghindarkan seorang remaja dari pengaruh buruk berita yang
disajikan oleh media.
"Remaja yang melek media mampu membedakan mana realitas
dan mana rekayasa teknologi. Mana adegan manusiawai mana adegan bohong,"
ujar Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun di sela peluncuran Gerakan Pelajar Melek
Media, Sabtu (24/1/2015).
Menurutnya, kompetensi remaja dalam dapat mengubah sikap pasif
menjadi khalayak aktif dan kritis terhadap isi media dari berita, hiburan,
iklan, target media dan nilai-nilai yang disajikan.
Mengenai Gerakan Pelajar Melek Media, Hendry menyatakan acara
ini sebagai upaya PWI Pusat memberikan pemahaman yang menyeluruh bagi pelajar
SMU yang aktif dalam dunia jurnalistik di sekolah.
"Mereka adalah anak-anak SMU yang aktif dalam mading,
OSIS se-DKI Jakarta yang diharapkan akan memahami media dengan baik. Tahu mana
nonton televisi mana yang tidak bagus untuk membangun media yang sehat,"
katanya.

0 Response to "Kurangi Dampak Negatif Berita, Remaja Harus Melek Media"
Posting Komentar